31 Juli 2018

Sunariah Mohammad Yusuf: Kaum Lansia Perlu Dapat Perhatian Pemerintah

Batam – Kaum lanjut usia (lansia) memiliki pengalaman hidup yang akan diteladani generasi penerusnya. Maka sudah sepatutnya mereka menjadi perhatian serius pemerintah. Selama ini kaum Lansia belum mendapat perhatian pemerintah secara optimal.

Demikian disampaikan Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Dapil Kepri 5 Kota Batam B (Kecamatan Belakang Padang, Sekupang, Batu Aji dan Sagulung), Sunariah Mohammad Yusuf, saat menjumpai dan berbincang dengan beberapa kaum lansia di kawasan Sekupang, Kota Batam, Selasa (30/8).

Direktur Hang Nadim Malay School ini menerangkan, salah satu budaya bangsa Indonesia adalah menekankan prinsip menghormati dan memuliakan orang tua.

“Cara kita memuliakan orang tua merupakan potensi sosial yang membentuk karakter dan citra budaya Indonesia. Citra dan identitas budaya bangsa Indonesia yang santun, dan penuh penghormatan terhadap orang tua,” terang Sunariah.

Lebih lanjut, Sunariah menegaskan, para lansia  sudah seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah. Selama ini menurutnya, kaum lansia belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah secara optimal. Padahal, mereka juga punya hak atas perlindungan lansia dan hak sebagai warga negara.

“Banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah, mulai dari pemenuhan kebutuhan lansia yang sudah tidak berkeluarga, memberi pendampingan dan pemberdayaan. Meskipun mereka sudah usia tua, bukan lantas mereka tak bisa berkarya,” tegas Sunariah.

Perhatian pemerintah terhadap lansia, sambung Sunariah, merupakan bentuk keprihatinan dan menghargai kaum usia tua. Menurutnya, masih banyak kaum lansia yang belum disentuh pemerintah, sampai ada ada dari mereka yang harus menghabiskan sisa usianya di jalanan.

“Harus ada tindakan yang cepat, untuk memberikan layanan dan perhatian yang baik terhadap lansia. Jangan sampai menelantarkan lansia, apalagi sampai di jalanan terlihat lansia yang menjadi pengemis. Ini bisa menjadi salah satu indikator kemiskinan daerah,” pungkasnya. (Sumber: Indopolitika.com)

Berita , , , , ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *